Potret Bangsa



Beberapa hari yg lalu, saya membaca sebuah artikel di detik.com ttg
anak2 di banten yg tiap hari harus bertaruh nyawa demi sekolah.
Bergelantungan di atas jembatan rusak yg sudah putus sebagian, meniti
langkah setapak demi setapak, berusaha agar tidak tergelincir. Ceroboh
sedikit, nyawa taruhannya. Karena di bawah jembatan tersebut ada sungai
dalam dengan arus deras menanti.
Miris.

Dear Pemerintah, kami selaku rakyat rasanya sudah muak mendengar
berita2 semacam ini. Mungkin Bapak-Ibu pejabat di atas sana sudah buta
karena kekuasaan, sehingga sepertinya tidak mau peduli lagi terhadap nasib
bangsa ini yg makin hari makin mengenaskan.
Malu dong sama negara lain, Apalagi berita ini sempat dimuat di media
Inggris, Daily Mail.
Ah,tapi ini kan Indonesia, negara yg emang ga punya urat malu o:)



Coba tengok di sekolah2 elit, tiap hari siswa diantar jemput dengan
kendaraan mewah. Sementara di pelosok lain negeri kita, masih banyak
anak2 yg bahkan tanpa alas kaki berangkat ke sekolah. Menempuh jalan
setapak belasan kilometer, atau bergelantungan di jembatan yg hampir
putus.
Ketimpangan sosial? Saya juga kurang paham. Saya bukan pakar sosial, saya
cuma mahasiswa geologi yg tiap hari kerjanya bedah batu :)

Menurut hemat saya, kalo emang Indonesia pengen maju, yg pertama harus
dibenahi adalah sektor pendidikan. Perbaiki infrastruktur penunjang,
pengajar berkualitas, dan biaya pendidikan yg sewajarnya.
Mana mungkin siswa bisa belajar kalo gedung sekolah atapnya bolong dan
hampir roboh? Mana mungkin siswa bisa berprestasi tanpa pengajar
berkualitas? Dan mana mungkin siswa cerdas namun dari keluarga kurang
mampu bisa masuk sekolah SBI? Yg uang pangkalnya saja bisa sampai
belasan juta rupiah..

Jadi kepada Bapak-Ibu terhormat di DPR sana, tolong dong jangan cuma
masalah toilet yg diributkan. Kasian nasib bangsa kalo urusan toilet saja
lebih penting dari pendidikan. Padahal kan kalo cuma masalah buang
hajat, di sungai pun bisa. Ga liat apa orang2 di sekitaran ciliwung
tiap hari buang hajat di sungai? Katanya Wakil Rakyat, seharusnya
merakyat dong ;;)

Komentar

Postingan Populer